STUDI KASUS
Kecemasan Pasca Bercerai Seorang Istri setelah Melahirkan
oleh : Ahmad Septian Alghifari
Rabu, 15 April 2020
Perceraian
berarti putusnya hubungan perkawinan secara hukum, lazimnya disertai oleh
penyesuaian kembali kehidupan biologis, psikologis, sosial dan
finansial. Dalam setiap perceraian pastinya akan menimbulkan dampak yang
tidak baik bagi keduanya, bahkan anak-anaknya. Kaum wanita biasanya selalu di
cap sebagai kaum yang paling dirugikan dalam setiap perceraian seperti halnya
seorang istri akan mengalami depresi pasca perceraian karena setelah bercerai
istri akan merasa sedih dan berhenti melakukan interaksi dengan orang lain, dan
butuh waktu yang lama bagi seorang istri untuk bisa menerima laki-laki lain
untuk menjadikanya sebagai pendamping hidupnya lagi. perceraian
merupakan goncangangoncangan yang menggoreskan luka batin yang dalam. Tidak
sedikit dari pasangan suami istri yang mengalami anxiety (kecemasan) ketika
sedang mengalami perceraian. Karakteristik utama pada gangguan kecemasan umum
adalah perasaan cemas dan takut yang berlangsungan secara terus menerus serta
tidak dapat dikendalikan, perasaan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Gejala
gangguan tersebut meliputi kesulitan untuk beristirahat, kesulitan untuk
berkonsentrasi, perasaan tegang yang berlebihan, gangguan tidur, dan kecemasan
yang tidak diinginkan. Gejala-gejala yang bersifat fisik diantaranya :
jari-jari tangan dingin, detak jantung makin cepat, berkeringat dingin, kepala
pusing, nafsu makan berkurang, tidur tidak nyenyak. Gejala yang bersifat mental
: ketakutan, merasa aka nada timpa bahaya, tidak dapat memusatkan perhatian,
tidak tentram, ingin lari dari kenyataan.
Sebagaimana
salah satu problematika yang ada, pada kasus yang saya temukan pada seorang
perempuan sebut saja Mrs. X (nama samaran) yang sekarang berusia antara
29-30 tahun. Mrs. X adalah seorang karyawan swasta. Dia diceraikan oleh
suaminya setelah beberapa bulan melahirkan anaknya. Dia menceritakan betapa
sedih dan kecewanya ketika mendapat surat cerai dari pengadilan agama yang
diajukan oleh suaminya. Dan yang membuat sedih dan kecewanya Dia adalah tanpa
ada keterangan dari suaminya yang tiba-tiba langsung menceraikannya.
Sebelum
mengetahui adanya hal ini, saya observasi dan mewawancarai Mrs. X. Dan dari
hasil observasi dan wawancara dengan Mrs. X bisa disimpulkan dengan
Sebagai berikut.
Hasil Observasi
Sebelum saya
mewawancarai Mrs. X, saya mengamati aktivitas yang dilakukan oleh Mrs.
X. Saya mengamati dari rumah saya yang letaknya tidak jauh dari rumah Mrs.
X. Dari hasil pengamatan, memang semua yang dilakukan oleh Mrs. X terlihat
seperti tidak terjadi apa-apa. Tiap harinya memang dia tidak pernah keluar
rumah kecuali dia bekerja, atau membeli sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Dia terlihat
senang dan bahagia ketika bermain dengan anaknya dan tidak menunjukkan kekecewaanya
sama sekali. (Non-Participant)
Untuk mengetahui
lebih jelas tentang apa yang sedang dialami Mrs. X saya pun mencoba mendatangi
rumahnya untuk bersilaturahmi sambil sedikit bertanya-tanya mengenainya (mewawancarainya).
Pada awal saya datang kerumahnya semuanya terlihat seperti baik-baik saja. Dan saat
saya berbicara (mewawancarai) dengannya, terlihat sekali raut wajah yang
memendam kekecewaan sangat mendalam. saat berbicara, ia terlihat kurang fokus
dalam menanggapi pertanyaan saya, seakan ada suatu hal yang menjadi beban ke
masa depannya. Walaupun begitu, dia menceritakan apa yang sedang terjadi pada
dirinya. Sehingga saya dapat merasakan kekecewaan yang dialami Mrs. X ini.
(Participant)
Hasil Wawancara
Berikut simpulan
percakapan yang saya dapat dari Mrs. X :
Penulis :
Bagaimana kabarnya kak sekarang? (terstruktur)
Mrs. X :
Alhamdulillah, baik. Ada perlu apa ya kesini kalau boleh tau?
Penulis : oh
ini, saya Cuma mau silaturahim sama kakaknya. Boleh nggak kak?(tidak
terstruktur)
Mrs. X : oh iya
boleh.
Penulis : oh
iya kak, Kakak sekarang kerja apa? (terstruktur)
Mrs. X : Sekarang saya jadi karyawan swasta di
perusahaan Y.
Penulis : oh
di Perusahan Y ya kak. (tidak terstruktur)
bagaimana
dengan suaminya kak sedang kerja dimana? (terstruktur)
Mrs. X : (sedikit
termenung). Suami saya sudah nggak sama saya.
Penulis :
Loh, kemana ya Kak? (tidak terstruktur)
Mrs. X : eem...... emm.......(sedikit
ragu untuk bercerita). Jadi, gini saya
sudah diceraikan sama suami saya.
Penulis : kok
bisa kak? (tidak terstruktur)
Mrs. X : iya, saya
juga nggk tau kenapa saya diceraikan. Suami saya tiba-tiba menceraikan saya tanpa
alasan yang jelas dengan mengirimi saya surat cerai dari pengadilan agama.
Penulis :
sejak kapan kakak diceraikan suami kakak? (terstruktur)
Mrs. X : emm.... sejak
anak saya baru 6 bulan setelah dilahirkan (menahan kesedihan).
Penulis : jadi, sampai saat ini anak kakak belum tau
siapa ayahnya ya? (tidak terstruktur)
Mrs. X : iya.
Penulis :
Kasihan juga ya kak, anak kakak. Waktu itu apa yang kakak rasakan saat mendapat surat cerai dari pengandilan dan tau
yang mengajukan gugatan cerai itu suami kakak? (terstruktur)
Mrs. X : ....emm ....(menundukkan
kepala). campur aduk rasanya.
Penulis : campur
aduk gimana kak? (tidak terstruktur)
Mrs. X : Ya... emm..
Saya merasa sedih sekali, kecewa berat sama suami saya, saya nggak habis pikir
kok bisa-bisanya langsung menceraikan saya tanpa memberikan alasan yang jelas
kepada saya. Saya pun hampir stress berat, kepikiran terus, tidur pun sulit,
apapun yang saya lakuin pasti nggak enak rasanya.
Penulis : yang
sabar ya kak, mungkin ini jalan yang terbaik buat kakak.
Mrs. X : iya, mau
gimana lagi udah nasih saya sama anak saya.
Penulis : oh
iya kak. Apa kakak sekarang tidak kepikiran untuk menikah lagi? (terstruktur)
Mrs. X : emm....
gimana ya? Saat ini sih, saya masih belum kepikiran untuk nikah lagi. Saya masih
takut kejadian seperti dulu itu terulang lagi. Saat ini yang saya fokuskan
hanya pada anak saya, karena anak saya yang membuat saya tidak larut dalam
kekecewaan dan kesedihan setelah diceraikan suami saya.
Penulis : oh
gitu ya kak. Semoga kakak sama anak kakak diberi kemudahan dalam segala urusan
ya kak.
Mrs. X : iya,
Aamiin.
Penulis :
iya kak. Oh iya kak, terima kasih kak atas waktunya sama udah mau berbagi
cerita tentang kakak.
Mrs. X : iya
sama-sama.
Contoh Kuesioner atau Angket
SKALA KECEMASAN HARS
Skoring kecemasan dapat ditentukkan dengan gejala yang
ada dengan menggunakan Hamilton Anxietas Rating Scale (HARS)
Bacalah
dengan cermat dan teliti setiap bagiandalam kuesioner ini. Beri tanda centang
(√) pada setiap jawaban a,b,c, dan
seterusnya yang menurut anda benar
1. Perasaan Cemas
a. Cemas
b. Takut
c. Mudah tersinggung
d. Firasat buruk
2. Ketegangan
a. Lesu
b. Tidur tidak tenang
c. Gemetar
d. Gelisah
e. Mudah terkejut
f.
Mudah menangis
3. Ketakutan Pada :
a. Gelap
b. Ditinggal sendiri
c. Orang Asing
d. Binatang besar
e. Keramaian lalulintas
f.
Kerumunan orang
banyak
4. Gangguan Tidur
a. Sukar tidur
b. Terbangun malam hari
c. Tidak puas, bangun lesu
d. Sering mimpi buruk
e. Mimpi menakutkan
5. Gangguan kecerdasan Daya ingat buruk
6. Perasaan Depresi
a. Kehilangan minat
b. Sedih
c. Bangun dini hari
d. Berkurangnya kesenangan pada hobi
e. Perasaan berubah – ubah sepanjang hari
7. Gejala somatic
a. Nyeri otot kaki
b. Kedutan otot
c. Gigi gemertak
d. Suara tidak stabil
8. Gejala Sensorik
a. Tinitus
b. Penglihatan kabur
c. Muka merah dan pucat
d. Merasa lemas
e. Perasaan di tusuk – tusuk
9. Gejala kardiovakuler
a. Tachicardi
b. Berdebar – debar
c. Nyeri dada
d. Denyut nadi mengeras
e. Rasa lemas seperti mau pingsan
f.
Detak jantung hilang
sekejap
10. Gejala Pernapasan
a. Rasa tertekan di dada
b. Perasaan tercekik
c. Merasa napas pendek atau
d. Sering menarik napas panjang
11. Gejala Saluran Pencernaan makanan ;
a. Sulit menelan
b. Mual, muntah
c. Enek
d. Konstipasi
e. Perut melilit
f.
Defekasi lembek
g. Gangguan pemcernaan
h. Nyeri lambung sebelum dan sesudah makan
i.
Rasa panas di perut
j.
Berat badan menurun
k. Perut terasa panas atau kembung
12. Gejala Urogenital :
a. Sering kencing
b. Tidak dapat menahan kencing
13. Gejala Vegetatif / Otonom
a. Mulut kering
b. Muka kering
c. Mudah berkeringat
d. Sering pusing atau sakit kepala
e. Bulu roma berdiri
14. Perilaku sewaktu wawancara
a. Gelisah
b. Tidak tenang
c. Jari gemetar
d. Mengerutkan dahi atau kening
e. Muka tegan
f.
Tonus otot meningkat
g. Napas pendek dan cepat
h. Muka merah
Cara Penilaian dengan sistem scoring yaitu :
Skor 0 = Tidak ada gejala
Skor 1 = Ringan ( Satu gejala)
Skor 2 = Sedang
( Satu atau dua gejala)
Skor 3 = Berat
(Lebih dua gejala)
Skor 4 = Sangat
berat (Semua Gejala)
Bila :
Skor < 6 =
Tidak ada kecemasan
Skor 6-14 =
Kecemasan Ringan Skor
15 – 27 =
Kecemasan sedang
Skor > 27 =
Kecemasan Berat
Comments
Post a Comment